Hai Bocah, Apa Maumu?
December 3rd, 2007Hari ini jalan agak tergesa-gesa, mengingat jam saat berangkat kerja menunjukkan angka 05:45. Setelah melajukan motor dengan kecepatan yang “semestinya”, akhirnya sampai pula di stasiun bojong gede. Alhamdulillah, kereta terlambat sehingga saat sampai di stasiun bojong gede, 05:55, kereta Bojong Gede Express belum datang.
Setelah membeli tiket, masuk ke stasiun, sekitar 2 menit kemudian ada orang berteriak, awas, minggir. Hmmm ada apa yach?Agh, ternyata anak kecil ada di rel kereta saat keretaBogor – Jakarta lewat. Untungnya seorang laki-laki (pemuda) baik hati menyelamatkannya. Namun apa yang terjadi? sang bocah kecil justru marah dan ngamuk. Begitu terlepas dari tangan sang pemuda, justru mau menabrakkan ke kereta yangsedang berjalan. Tak ayal orang lain pun akhirnya ikut andil mencegah tindakan sang bocah, termasuk aku. Setelah aman, anak kecil aku lepaskan dan dia akhirnya turun lagi ke rel. Selanjutnya, justru anak kecil menangis dan mencoba melempari batu termasuk ke arahku dan lainnya. Tak ayal, orang-orang pun meminta petugas mengamankan sang bocah kecil.
Apa sih sebenarnya yang engkau mau hai anak kecil? Berat niankah bebanmu menanggung hidup? Atau, atau, atau….
Aku pun tak habis pikir, engkau yang sepertinya baru berumur 9 atau 10 tahun, punya pemikiran seperti orang dewasa yang segera ingin mengakhiri hidup, ingin segera mengakhir “penderitaan” di dunia yang fana dan mungkin menurutmu kejam. Atau engkau memang ingin segera bertemu sang Khalik? Agar engkau dapat segera berbicara langsung denganNya? atau kau tak lagi percaya dengan orang-orang sekitarmu? Tak adakah yang peduli lagi padamu? padahal kamu lihat kami peduli dengan nyawamu.
Hai bocah, apa maumu?

