Archive for the ‘Perjalanan Hidup’ Category

Kenapa Doaku Tak Kau Kabulkan?

Monday, February 16th, 2009

Mungkin, inilah pertanyaan yang banyak orang lontarkan ketika apa yang dia minta kepadaNya tak kunjung tiba. Diri ini juga tak luput dari hal itu. Tanpa bermaksud menggurui, namun jawaban-jawaban yang orang berikan ketika pertanyaan itu dilontarkan ternyata benar. Apa itu? Mungkin apa yang kita minta bukan yang terbaik di saat itu, Allah mempunyai hadiah terbaik di waktu terbaik pula.

Ghania Nafisa (Egha), saat berumur sekitar empat bulan, sedang suka-sukanya memegang apapun, termasuk memasukkan benda-benda ke mulut. Suatu ketika, Amih (neneknya) memegang kipas dari anyaman bambu (seperti milik tukang sate). Spontan Egha memalingkan wajahnya ke amih, dan tangannya berusaha meraih kipas tersebut. Dengan berbagai pertimbangan, kipas tersebut tidak diberikan, takut nanti bambunya melukai wajah dan mulut. Bukannya mengerti Egha justru menangis, menangis dan menangis. Dibujuk dengan apapun tidak mau, walaupun dengan hal-hal kesukaannya dia.

Dari contoh di atas, itulah gambaran sebuah permintaan tidak dikabulkan. Bukannya Allah tidak sayang, bukannya Allah pelit. Tapi justru Allah sayang sama kita. Mirip Sayangnya bunda kepada Egha.

Semoga, ketika kita berdoa Allah mengabulkannya. Dan semoga jika Allah tidak mengabulkannya kita mampu menerima dengan ikhlas, tanpa harus mempertanyakan kasih-dan-sayangNya. Dan kita tak bosan-bosan tetap meminta, berdoa kepadaNya.

Allah berfirman, Berdoalah (Mintalah) KepadaKu, nisacaya Aku kabulkan. Aamiiin.

Repotnya Saat Si Kecil Sakit

Monday, December 1st, 2008

Hari kamis malam dapat kabar dari istri kalau Egha (Ghania Nafisa Sukowo) sudah mulai batuk-batuk serta bersin dengan intensitas yang lumayan sering. Waktu itu maish optimis (tepatnya berharap) si kecil tidak sakit. Setelah sampe rumah si kecil justru makin parah. Tangisan menjadi bahasa komunikasi termudah baginya untuk mengutarakan sakitnya. Semalaman tidak bisa tidur, hmmm. Kasihan sekali anak ini.

Ternyata Egha terjangkit influenza, dahak yang menyerang tenggorokan membuatnya susah bernafas. Lendir di hidung menambah daftar panjang sakitnya. Tak mau berlama-lama, akhirnya hari Jumat terpaksa melupakan urusan kantor dan konsentrasi mengurus si kecil nan cantik ini. Diputuskan ke Hermina bogor, lumayan ternyata perjalanan lancar apalagi jalanan menuju ke rumah sakit sudah selesai hingga hanya butuh waktu kurang dari 30 menit. Satu-satunya hambatan adalah cuaca panas.

Untunglah, hanya influenza. Obat dari dokter segera diberikan, lendir (dahak) ditenggorokan pun perlahan terkeluarkan seiring muntah. Alhamdulillah hari minggu semuanya seudah berangsur pulih. Senyum tawa keceriaan si kecil yang sempat menghilang kini telah kembali. Semoga sikecil sehat selalu. I Love You Egha.

Nikmatnya Alunan Musik Jalanan

Monday, December 1st, 2008

Musik jalanan, itulah hiburan yang selalu menemani perjalanan orang-orang yang menggunakan jasa angkutan massal. Sempat lama tak bisa mnikmati alunan tersebut, sekarang alunan itu sering terdengar. Seiring dengan keseharian yang menggunakan jasa kereta api listrik.

Dari penggunaan alat yang minim, hingga menggunakan alat musik layaknya band. Bahkan ada yang menyempatkan menggunakan alat musik elektrik yang tersambung ke daya. Dari dangdut, pop hingga rock, alunan musik mereka beraneka ragam. Ada yang enak didengar sampai sebaliknya.

Ada satu yang membuat diri ini suka menikmati musik jalanan, yaitu orisinalitas mereka. Mereka tak canggung membawakan lagu-lagu tak populer namun enak di dengar. Bahkan lagu populer pun masih enakan didendangkan oleh musisi jalanan ini. Banyak lagu yang baru hits setelah dinyanyikan oleh mereka. Peterpan, Kangen, adalah beberapa band yang populer berkat jasa musisi jalanan.

Mereka punya potensi, bahkan mereka mengamen sepertinya bukan sekadar mencari sesuap nasi. Melainkan memang mengaduu bakat. Ada band yang bermodalkan lengkap, kalau hanya membawa gitar sih sepertinya tak heran, tapi kalau sampe biola, bas betot bahkan organ. Suatu kali bahkan ada musisi yang memainkan biola, membawakan sebuah lagu dari chrisye yang sekarang dipopulerkan oleh Peterpan, bermain sunguh apik. Bahkan di dengar lebih enak dari Peterpan sendiri. Pembawaan alunan biola tidak kalah oleh didit,, mayla fazia ataupun henry lamiri.

Sungguh nikmat alunan musik jalanan, terima kasih atas hiburanmu selama perjalanan.

Hei, Apa Kabar? Sudah Menikah?

Tuesday, October 7th, 2008

Pertanyaan klasik, yang mungkin bikin orang bosan menjelaskan atau justru sebaliknya malah membuat percakapan makin mengalir. Ya, pertanyaan ini lazimnya dilontarkan oleh teman, sahabat, kawan yang biasanya lama tidak bertemu. Momen Hari Raya Idul Fitri ini biasanya digunakan untuk berkumpul dengan kawan yang mungkin dalam keseharian jarang atau malah tak pernah bertemu dalam selang waktu yang sangat lama.

Setelah lama tak pulang ke kampung halaman di Tegal, bukan berarti tak bersua kawan-kawan seperjuangan di sana, dari SD, SMP ataupun SMU. Dengan adanya web yang banyak berfungsi sebagai jejaring sosial, rasanya tak sulit untuk mencari informasi kawan-kawan kita. Berkat jejaring sosial inilah, akhirnya pertemuan itu terjadi. Tidak banyak tapi cukup untuk melepas kangen.

(more…)

Mohon Maaf Lahir Batin

Monday, October 6th, 2008

Ya, kalimat ini ada di mana-mana. Selalu mengiringi ucapan selamat hari raya idul fitri. Setelah lama tidak melakukan posting, mungkin inilah awal yang tepat untuk memulainya. Di bulan yang fitri ini, tak ada salahnya kuucapkan permintaan, permohonan untuk dimaafkan atas segala salah yang sengaja ataupun tidak. Semoga hari esok, kesalahan-kesalahan tadi tak terulang.

Seperti dalam penulisan karya tulis, skripsi dan lainnya, tak ada salahnya permintaan, permohonan maaf ini ku tujukan kepada mereka-mereka di bawah ini.

Istri dan Anak Tercinta
Sengaja atau tidak, tingginya intensitas pertemuan tak pelak justru sering menimbulkan salah paham walaupun sisi positifnya juga tak kalah banyak. Di hari yang fitri ini, ijinkan aku mengucapkan kata maaf atas segala salah. Semoga di hari esok hal itu tak terulang dan membuat kehidupan kita sebagai keluarga semakin nyata.

(more…)

Hai Bocah, Apa Maumu?

Monday, December 3rd, 2007

Hari ini jalan agak tergesa-gesa, mengingat jam saat berangkat kerja menunjukkan angka 05:45. Setelah melajukan motor dengan kecepatan yang “semestinya”, akhirnya sampai pula di stasiun bojong gede. Alhamdulillah, kereta terlambat sehingga saat sampai di stasiun bojong gede, 05:55, kereta Bojong Gede Express belum datang.

Setelah membeli tiket, masuk ke stasiun, sekitar 2 menit kemudian ada orang berteriak, awas, minggir. Hmmm ada apa yach?Agh, ternyata anak kecil ada di rel kereta saat keretaBogor – Jakarta lewat. Untungnya seorang laki-laki (pemuda) baik hati menyelamatkannya. Namun apa yang terjadi? sang bocah kecil justru marah dan ngamuk. Begitu terlepas dari tangan sang pemuda, justru mau menabrakkan ke kereta yangsedang berjalan. Tak ayal orang lain pun akhirnya ikut andil mencegah tindakan sang bocah, termasuk aku. Setelah aman, anak kecil aku lepaskan dan dia akhirnya turun lagi ke rel. Selanjutnya, justru anak kecil menangis dan mencoba melempari batu termasuk ke arahku dan lainnya. Tak ayal, orang-orang pun meminta petugas mengamankan sang bocah kecil.

Apa sih sebenarnya yang engkau mau hai anak kecil? Berat niankah bebanmu menanggung hidup? Atau, atau, atau….

Aku pun tak habis pikir, engkau yang sepertinya baru berumur 9 atau 10 tahun, punya pemikiran seperti orang dewasa yang segera ingin mengakhiri hidup, ingin segera mengakhir “penderitaan” di dunia yang fana dan mungkin menurutmu kejam. Atau engkau memang ingin segera bertemu sang Khalik? Agar engkau dapat segera berbicara langsung denganNya? atau kau tak lagi percaya dengan orang-orang sekitarmu? Tak adakah yang peduli lagi padamu? padahal kamu lihat kami peduli dengan nyawamu.

Hai bocah, apa maumu?

Akhirnya….

Thursday, July 6th, 2006

Akhirnya, blog pertama terselesaikan. Setelah mencoba berbagai macam blog tool, dari life type, boastmachine sampai nuclues. Akhirnya pilihan terakhir jatuh ke Wordpress. Terakhir di sini bersifat tentative, apabila dalam perjalanan nantinya ada blog tool yang menawan hati, Wordpress pasti akan menjadi kenangan masa lalu seperti blog tool lainnya. Pencarian kadang tak ada habisnya, itulah manusia yang selalu serakah, seperti diriku ini.

Semoga, melalui web ini aku dapat berbagi sesuatu dengan kalian, sobat dunia. Sejak lama ingin sekali merangkai kata, menuliskannya menjadi untaian kalimat yang mampu mencurahkan isi hati, meluapkan emosi diri. Semoga perjalanan hidup yang panjang ini mampu dirangkum dalam sebuah blog.

Untuk sobatku, teruslah datang kesini, jangan pernah sungkan. Pintu di sini tak akan pernah terturtup, selalu membuka tangan dan siap menyambutmu. Aku takkan pernah menginginkan kalian pergi dari sini, karena kalian adalah sobatku, duniaku.

Akhir kata, semoga tak ada goresan luka yang hadir karena blog ini, melainkan senyum, riang tawa yang terlihat dibibir kalian. I Miss U All, Sobatku, Duniaku.