Laskar Wong Kito Juara Liga Indonesia 2007
Akhirnya perhelatan Liga Indonesia 2007 berakhir sudah. Ditandai dengan partai puncak yang anti klimaks, Laskar Wong Kito, Sriwidjaja FC berjaya menjadi kampiun Liga Indonesia 2007. Prestasi hebat ini mengulang kejayaan mereka saat meraih tropi Coppa Indonesia.
Berawal dari target hanya sekadar masuk Liga Super, dengan harapan berada di empat besar wilayah sriwidjaja FC mengakhiri kompetisi reguler berada di puncak klasemen. Dengan bekal tersebt Laskar Wong Kito lebih percaya diri menghadapi laga-laga berikutnya. Ditambah faktor Rachmad Darmawan, pelatih jempolan yang gagal melatih Tim Nasional “gara-gara” masih melatih Sriwidjaja FC ini, penampilan tim makin solid.
Pertandingan final yang seharusnya meriah dengan sorak sorai penonton, kali ini dilaksanakan harus sebaliknya. Tertutup untuk supporter kedua tim, kecuali bagi official dan panitia. Jalannya pertandingan yang dipimpin oleh wasit Purwanto, berjalan agak lambat dan beberapa kali cenderung keras. Beberapa kali kartu kuning dikeluarkan.
Di menit ke 13, pemain PSMS mendapatkan peluang sangat matang. Namun kesigapan pemain belakang Srwidjaja FC, mampu mementahkan serangan tersebut. Justru semenit berselang gawang PSMS kebobolan oleh gol Obiora memanfaatkan tendangan bebas Zah Rahan. Menit-menit selanjutnya serangan silih berganti dilakukan oleh kedua tim. Namun malang bagi PSMS, pada menit ke-43, Bek PSMS, Murphy Kumonple Nagbe, diganjar kartu merahkarena melakukan pelanggaran terhadap Obiora. Babak pertama ini berakhir dengan kedudukan 1 – 0 buat Sriwidjaja FC.
Babak kedua tempo permainan makin meningkat, Sriwidjaja FC berinisiatif menyerang, Namun PSMS tak mau kalah. Walaupun dengan 10 pemain di lapangan, tetapi semangat para pemain-pemain PSMS tetap tnggi. Di babak ini justru PSMS lebih dominan dengan serangan-serangan yang mematikan. Berkali-kali Chena dan Saktiawan Sinaga merepotkan Ferry Ritinsulu, kiper Sriwidjaja FC. Di babak kedua ini, Sriwidjaja FC benar-benarseperti orang linglung, serangan bertubi-tubi dari PSMS membuat pemain SRwidjaja FC pontang-panting. Puncaknya pada menit 69, Llomel berhasil menyamakan kedudukan. Setelah gol tersebut barulah para pemain Sriwidjaja FC bangkit, perlahan namun pasti mereka mampu mengimbangi permainan PSMS. Sampai akhir babak kedua, kedudukan 1 – 1 tidak berubah sehingga perpanjangan waktu pun tak terelakkan.
Perpanjangan waktu pertama berjalan seru, kedua tim silih berganti menyerang dan memperoleh kesempatan. Namun skor akhir masih tetap 1 – 1. Memasuki perpanjangan waktu kedua, Sridijaja FC amkin menekan. Di menit kedua perpanjangan waktu kedua akhirnya Keith Kayamba Gumbs engoyak gawang Markus Horison, Kiper PSMS melalui sundulannya memanfaatkan umpan Alamsyah. Mendapati gawangnya kebobolan, para pemain PSMS segara merespon. Lima menit menjelang bubaran, PSMS mendapakan sepak pojok. Kiper PSMS, Markus Horison berinisiatif membantu penyerangan dengan ikut ke jantung pertahanan lawan. Namun, malang tak dapat dihindari. Sepak pojok tidak membuahkan hasil, Sriwidjaja FC mampu menyerang balik, melihat gawang PSMS kosong, Zah Rahan melepaskan tendangan dari sisi kanan tepat ke gawang PSMS. Skor 3 – 1 untuk Sriwidjaja.
Dengan gol tersebut praktis Sriwidjaja FC di atas angin. PSMS yang mencoba bangkit tak mampu mengubah keadaan. Skor akhir tetap 3 – 1 untuk Sriwidjaja FC, Juara Liga Indonesia 2007. Tak lupa, Zah Rahan menjadi pemain terbaik Liga Indonesia 2007.
Dengan gelar tersebut, Sriwidjaja FC berhak atas hadiah Rp. 1.500.000.000,00 sekaligus mengawinkan 2 gelar dalam satu musim setelah sebelumnya menjadi juara Coppa Indonesia.
Sekali lagi, Selamat Sriwidjaja FC, Selamat Laskar Wong Kito.

