PT Kereta Api Yang Makin Menggemaskan
Hmmm, gak terasa hampir sudah lima bulan menggunakan jasa PT Kereta Api sebagai alat transportasi utama. Suka duka mulai terasa. Hal-hal yang tidak menyenangkan juga makin sering terlihat. Namun apa dikata, walaupun benci tetapi dir ini masih sangat membutuhkannya.
Bulan ini, Februari 2008, PT KA menjadikan bulan berbenah. Bulan Tertib Kereta Api, kata PT KA. Ya di bulan ini segala penertiban dilakukan. Dari penumpang tak bertiket, penumpang di kabin masinis, penumpang yang berada di atap bahkan para pedagangpun tak luput dari gerakan tertib berkereta-api ini.
Selama menggunakan jasa transportasi yang satu ini tak sedikit suka dan dukanya. Berikut ini beberapa hal yang menyenangkan atau sebaliknya.
Sisi yang menyenangkan antara lain jadwal yang tetap, dan setiap saat ada, tentunya dalam interval tertentu. ketepatan waktu bisa diandalkan dengan error yang maish bis ditolerir. Nah sisi yang menyebalkan antara lain, beberapa penumpang egois yang duduk di lantai saat yang lain berdiri pun susah. Jadwal kereta yang tergantung kondisi alam dan infrastruktur kereta api juga hal yang membuat hati menggerutu. Petugas yang dengan senang hati menerima uang dari penumpang yang tak mempunyai tiket juga menjadi pemandangan sehari-hari.
Bulan ini, Februari, ternyata hal-hal yang tidak mengenakkan beberapa sudah tidak kelihatan. Hanya jadwal kedatangan dan keberangkatan kereta yang masih tak menentu. Penumpang di atas atap sudah tak ada, penumpang di kabin juga lenyap bahkan penumpang yang tak bertiketpun rela mengantri. Apa dampaknya? semuanya keliahatan lebih rapi dan lebih enak, namun bagi mereka yang terbiasa seperti yang lalu, merasakan sebaliknya karena harus berjubel dengan yang lain. Dan yang surprise, pendapatan PT KA meningkat drastis karena semuanya membeli tiket. Yang berkurang tentunya pendapatan petugas di lapangan yang suka mengambil upeti dari penumpang tak bertiket.
Oh ya, setelah meluncurkan South Line, yaitu kereta kelas ekonomi ber-AC, yang berhenti di setiap stasiun, antara depok – manggarai, akhirnya PT KA meluncurkan kereta yang sama untuk tujuan Jakarta Kota – Bogor. Namun sepertinya ketidak siapan dan kurangnya koordinasi masih menjadi hambatan. Seperti yang terjadi si stasiun Cilebut, tempat pembelian tiket untuk Express dan Ac Ekonomi dijadikan satu, sehingga banyak yang pembeli tiket kereta api express justru ketinggalan kereta. Hmmmm, belum lagi jadwalnya yang molor.
Namun, usaha PT KA untuk menertibkan semua itu patut didukung. Sempat terdengar dari salah seorang penumpang yang ngobrol dengan petugas KA, katanya petugas telah dinaikkan kesejahteraannya dalam hal uang makan dan transport. Jadi tak perlu ada alasan lain untuk korupsi dan kolusi dengan penumpang tak bertiket.
Teruslah berbenah PT Kereta Api!
Tags: kereta api, PT KA

